
Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan klarifikasi terkait istilah “Mudik ke Jakarta” yang sempat ramai diperbincangkan di tengah masyarakat. Ia menegaskan program tersebut tidak dimaksudkan untuk mengajak warga dari daerah datang dan menetap di ibu kota.
Penegasan itu disampaikan Pramono saat melakukan kunjungan kerja di Pulau Pari, wilayah Kepulauan Seribu, Jumat, 13 Maret 2026.
Menurutnya, istilah tersebut lebih menggambarkan upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghadirkan berbagai kegiatan bagi warga yang tetap berada di ibu kota selama masa libur Lebaran.
“Saya ingin meluruskan pemberitaan tentang ‘mudik ke Jakarta’. Itu bukan berarti kami mengundang masyarakat di kampung untuk datang ke Jakarta,” kata Pramono dalam keterangannya, Jumat, 13 Maret 2026.
Ia menjelaskan, setiap tahun Jakarta cenderung menjadi lebih sepi ketika sebagian besar warganya pulang ke daerah asal untuk merayakan Idulfitri. Kondisi tersebut dimanfaatkan pemerintah daerah untuk menghadirkan berbagai aktivitas yang bisa dinikmati masyarakat yang tidak mudik maupun wisatawan.
“Yang kami maksud adalah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menikmati Jakarta ketika kota ini sedang lebih lengang dan nyaman,” ujarnya.
Untuk mendukung hal tersebut, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan sejumlah program selama periode libur Lebaran. Di antaranya menghadirkan berbagai kegiatan hiburan serta memberikan potongan harga di sejumlah destinasi wisata.
Selain itu, pemerintah daerah juga berencana menggratiskan layanan transportasi umum selama dua hari pada masa libur Lebaran guna memudahkan mobilitas masyarakat.
“Selama dua hari berturut-turut kami akan menggratiskan seluruh layanan transportasi publik di Jakarta agar masyarakat bisa memanfaatkannya dengan mudah,” jelasnya.
Pramono berharap berbagai program tersebut dapat menjadi alternatif kegiatan bagi warga yang tidak mudik sekaligus memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana Jakarta saat libur Lebaran.
“Kami ingin Jakarta tetap terasa hidup selama masa libur Lebaran, sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk menikmati berbagai fasilitas kota dengan nyaman,” pungkasnya.
Editor: Redaktur TVRINews
