
dok. Pemprov DKI
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menilai pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta berhasil mengantisipasi potensi cuaca ekstrem, khususnya pada malam pergantian tahun.
Rano menyebut hujan memang sempat terjadi sejak akhir Desember 2025, namun intensitasnya tidak sebesar yang sebelumnya dikhawatirkan. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan upaya mitigasi melalui modifikasi cuaca berjalan efektif.
“Memang terjadi hujan, tetapi tidak sebesar yang kita khawatirkan. Sejak 28 Desember hujan turun, namun dampaknya masih bisa dikendalikan. Saya bersyukur karena modifikasi cuaca berjalan dengan baik, dan ini merupakan hasil kerja sama yang luar biasa,” ujar Rano dalam keterangan tertulis, Selasa, 6 Januari 2026.
Rano menjelaskan, sebelum memasuki penghujung tahun, dirinya sempat mengunjungi kantor Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) RI. Dalam kunjungan tersebut, BMKG memaparkan potensi terjadinya cuaca ekstrem berdasarkan hasil pengamatan dan analisis meteorologi.
Dari paparan tersebut, Rano mengaku semakin memahami risiko yang dihadapi Jakarta dan pentingnya langkah antisipasi sejak dini. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kemudian bersinergi dengan BPBD untuk melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca sebagai salah satu upaya mitigasi bencana hidrometeorologi.
“OMC dilaksanakan apabila debit curah hujan sudah melampaui ambang batas atau cukup deras dan berpotensi menimbulkan bencana,” ungkapnya.
Rano menegaskan, ke depan Pemprov DKI Jakarta akan terus memperkuat koordinasi lintas instansi guna meminimalkan dampak cuaca ekstrem dan menjaga keselamatan masyarakat, terutama pada periode rawan bencana.
Editor: Redaksi TVRINews
