
Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menggagas penyelenggaraan haul ulama dan pejuang Betawi sebagai bagian dari rangkaian resmi Hari Ulang Tahun (HUT) Jakarta. Kegiatan tersebut direncanakan dipusatkan di kawasan Monumen Nasional (Monas) dan melibatkan partisipasi besar dari masyarakat.
Menurut Pramono, penghormatan kepada para tokoh Betawi penting dilakukan secara kolektif sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka terhadap perkembangan Jakarta. Ia menilai, hingga saat ini belum ada peringatan bersama yang secara khusus mengangkat jasa para ulama dan pejuang lokal dalam momentum ulang tahun kota.
“Sudah saatnya Jakarta memberikan ruang penghormatan yang layak bagi ulama dan pejuang Betawi. Ini bukan hanya mengenang, tetapi juga menguatkan jati diri kota,” ujar Pramono saat menghadiri Festival Bandeng Rawa Belong, Sabtu (14/2/2026).
Ia membayangkan kegiatan tersebut dapat dihadiri puluhan ribu jamaah dari berbagai majelis taklim dan komunitas Betawi. Selain menjadi ajang doa bersama, acara itu diharapkan menjadi sarana edukasi sejarah bagi generasi muda menjelang peringatan 500 tahun Jakarta.
Pemerintah Provinsi Jakarta, lanjutnya, siap berkolaborasi dengan Majelis Adat Betawi dan berbagai elemen masyarakat untuk merealisasikan rencana tersebut agar masuk dalam kalender resmi tahunan HUT Jakarta.
“Kami akan siapkan dengan matang agar kegiatan ini menjadi tradisi baik bagi Jakarta ke depan,” tegasnya.
Gagasan ini diharapkan mampu memperkuat identitas budaya Betawi sekaligus meneguhkan semangat kebersamaan warga ibu kota dalam menyongsong usia emas Jakarta.
Editor: Redaktur TVRINews
