TVRINews, Jakarta
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan penguatan kapasitas aparatur sipil negara (ASN) menjadi kunci dalam mewujudkan target Jakarta masuk dalam 50 besar kota global pada 2030. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Graduation Cohort Pertama Georgetown Global Cities Initiative (GGCI) Capacity Building Program di Georgetown University School of Foreign Service Asia-Pacific, Jakarta Pusat, Jumat, 17 Juli 2026.
Menurut Pramono, Jakarta membutuhkan birokrasi yang adaptif, responsif, profesional, serta mampu merumuskan kebijakan berbasis bukti untuk menjawab tantangan pembangunan di masa depan.
"Sangat penting bagi aparatur sipil negara untuk menerapkan kompetensi, wawasan global, dan keterampilan yang dimiliki dalam menyusun kebijakan yang adaptif guna mendukung pencapaian target pembangunan sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jakarta Tahun 2025–2029," ujar Pramono dalam keterangan tertulis, dikutip tvrinews.com dari laman Pemprov DKI Jakarta, Jumat, 17 Juli 2026.
Ia menilai peningkatan kualitas ASN merupakan investasi strategis bagi transformasi Jakarta sebagai kota global. Karena itu, ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti program tidak boleh berhenti setelah prosesi kelulusan.
Kemudian, Pramono meminta seluruh lulusan menerapkan kemampuan analisis, design thinking, serta perspektif global yang telah diperoleh ke dalam penyusunan kebijakan dan inovasi di masing-masing perangkat daerah. Selain itu, para peserta juga didorong membagikan pengetahuan tersebut kepada ASN lainnya agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas.
Program GGCI merupakan hasil kerja sama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Georgetown SFS Asia Pacific sebagai tindak lanjut nota kesepahaman yang ditandatangani pada Mei 2025. Program berlangsung sejak September 2025 hingga Juli 2026 dan diikuti 30 peserta, dengan 17 di antaranya berhasil meraih sertifikat Georgetown Global Cities Innovation setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pembelajaran.
Selama program berlangsung, peserta mempelajari berbagai isu strategis, seperti kota layak huni, perlindungan sosial, pembangunan ekonomi lokal, analisis kebijakan, tata ruang, pengelolaan lingkungan dan sumber daya air, hingga strategi adaptasi perubahan iklim di kawasan pesisir Jakarta Utara.
Sementara itu, Rector of Georgetown SFS Asia Pacific, Yuhki Tajima, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dengan Pemprov DKI Jakarta. Ia berharap kerja sama tersebut dapat menjadikan Jakarta sebagai pusat pendidikan, inovasi kebijakan, dan kepemimpinan pemikiran yang menjadi rujukan bagi Asia Tenggara maupun kawasan Global South.
Melalui penguatan kapasitas ASN yang berkelanjutan, Pemprov DKI Jakarta berharap mampu melahirkan kebijakan yang inovatif, adaptif, dan berorientasi pada solusi guna mempercepat transformasi Jakarta menjadi kota global yang berdaya saing.










