
dok. Pemprov DKI
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Pemerintah Kota Jakarta Utara terus mendorong optimalisasi pengelolaan sampah berkelanjutan melalui program percontohan pemilahan sampah 100 persen di wilayah Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Kota Jakarta Utara, Wawan Budi Rohman, mengatakan program pengelolaan sampah di Rorotan menunjukkan perkembangan yang positif. Wilayah tersebut dipilih karena lokasinya dekat dengan fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan sehingga dinilai strategis sebagai lokasi percontohan pengelolaan sampah terpadu.
“Target kami pada April, sebanyak 14 RW di Rorotan sudah mampu melakukan pemilahan sampah secara mandiri sehingga manfaat fasilitas RDF dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,”kata Budi dalam keterangan tertulis, Jumat, 27 Maret 2026.
Sebagai bentuk dukungan program, sebanyak 11.000 ember pemilahan sampah telah dibagikan kepada setiap kepala keluarga. Selain itu, empat tong drop point juga disediakan di setiap RT untuk memudahkan warga menempatkan sampah yang telah dipilah.
Program ini juga mendapat dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup. Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan pentingnya pemilahan sampah dari sumber untuk mendukung pengolahan sampah menjadi energi.
“Pembangunan fasilitas Waste to Energy membutuhkan investasi besar sehingga harus didukung dengan sistem pemilahan sampah yang optimal, terutama pemisahan sampah organik dan non-organik,”ungkap Faisol.
Hanif menjelaskan, produksi sampah di Jakarta mencapai sekitar 8.000 ton per hari. Sementara kapasitas pengolahan melalui fasilitas RDF di Rorotan mencapai 2.500 ton per hari dan di Bantargebang sekitar 2.000 ton per hari. Dengan demikian, sekitar 4.500 ton sampah per hari sudah dapat dikelola.
“Artinya, hampir separuh sampah Jakarta sebenarnya sudah bisa tertangani. Sisanya, terutama sampah organik, dapat diselesaikan di tingkat rumah tangga,” jelasnya.
Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara, Edy Mulyanto, menambahkan program percontohan ini dilaksanakan secara bertahap dengan fokus awal di Kecamatan Cilincing. Hingga saat ini, pengumpulan sampah organik telah mencapai 20 ton dalam waktu tiga minggu.
Sementara itu, Ketua RW 08 Kelurahan Rorotan, Ahmad Fauzi, mengatakan program pemilahan sampah telah berjalan di seluruh RT di wilayahnya dan mendapat respons positif dari masyarakat.
“Warga cukup antusias karena ada pendampingan dari kader Posyandu, Dasa Wisma, PKK, serta pengurus RW dan RT. Setiap rumah juga sudah diberikan ember untuk mendukung pemilahan sampah,”ujar Fauzi.
Pemerintah berharap program ini dapat menjadi model pengelolaan sampah berbasis sumber yang efektif dan berkelanjutan serta membantu mengurangi volume sampah di Jakarta, khususnya di wilayah Jakarta Utara.
Editor: Redaksi TVRINews
