
Foto: Pemprov DKI Jakarta
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (KPKP) bersama petugas gabungan dari lima wilayah kota administrasi menggelar operasi penangkapan ikan sapu-sapu secara massal. Langkah ini diambil sebagai upaya menjaga keseimbangan ekosistem perairan di Jakarta.
Dalam operasi yang melibatkan 640 personel tersebut, petugas berhasil menjaring sedikitnya 68.880 ekor ikan sapu-sapu dengan total berat mencapai 6,98 ton. Aksi ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Kepala Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, menjelaskan bahwa penangkapan massal ini mendesak dilakukan karena ikan sapu-sapu merupakan spesies invasif yang berpotensi merusak lingkungan.

"Spesies ini mengganggu habitat alami dan memengaruhi keseimbangan ekosistem melalui kebiasaannya menggali dasar serta tepi sungai," ujar Hasudungan dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, 18 April 2026.
Strategi Jangka Pendek dan Pemanfaatan Limbah
Hasudungan menambahkan, operasi ini merupakan strategi jangka pendek untuk menekan populasi ikan sapu-sapu secara cepat guna mencegah penyebaran yang lebih luas.
Ke depan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (LH) dan lintas wilayah kota agar aksi serupa dapat dilakukan lebih masif dan rutin.
Terkait penanganan hasil tangkapan, Pemprov DKI memastikan prosedur pemusnahan dilakukan secara higienis. Ikan-ikan tersebut dimatikan dan dikubur di lokasi yang telah ditentukan agar tidak kembali ke perairan atau diperjualbelikan.
"Hasil tangkapan dikubur untuk dimanfaatkan sebagai kompos alami. Selain itu, khusus 1.000 kg ikan sapu-sapu dari Setu Babakan dibawa ke Balai Riset Budidaya Ikan Hias KKP untuk bahan penelitian pengembangan media kultur budidaya maggot," jelasnya.
Data Sebaran Hasil Tangkapan
Berdasarkan data Dinas KPKP, wilayah Jakarta Selatan menjadi penyumbang tangkapan terbesar. Berikut rincian hasil operasi di lima wilayah kota administrasi:
• Jakarta Selatan: 63.600 ekor (5,3 ton) berlokasi di pintu air outlet Setu Babakan, Jagakarsa.
• Jakarta Timur: 4.128 ekor (825,5 kg) yang tersebar di 10 titik kecamatan.
• Jakarta Pusat: 536 ekor (565 kg) berlokasi di tujuh titik kecamatan.
• Jakarta Utara: 545 ekor (271 kg) berlokasi di PHB RW 06, Kelapa Gading Barat.
• Jakarta Barat: 71 ekor (17 kg) berlokasi di Kali Anak TSI, Cengkareng.
Di sisi lain, Hasudungan memberikan peringatan keras kepada masyarakat agar tidak mengonsumsi ikan sapu-sapu yang berasal dari sungai-sungai di Jakarta. Berdasarkan hasil uji, ikan tersebut mengandung residu logam berat, khususnya timbal (Pb), yang sangat tinggi.
"Masyarakat diimbau jangan mengonsumsi ikan sapu-sapu karena risiko gangguan kesehatan. Kandungan logam beratnya berada di atas ambang batas yang ditetapkan pemerintah, yakni melebihi 0,3 mg/kg," pungkasnya.
Editor: Redaksi TVRINews
