TVRINews, Jakarta
Pemeriksaan medis ini menjadi gerbang seleksi krusial bagi para calon pegawai untuk memastikan kesiapan fisik mereka.
Sebanyak 8.336 peserta rekrutmen eksternal PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang sebelumnya telah lolos seleksi administrasi melalui situs resmi karier.kai.id dijadwalkan mengikuti tahapan tes kesehatan awal di Klinik Mediska Manggarai, Jakarta.
Rangkaian pemeriksaan medis ini dilangsungkan selama enam hari kerja, yakni pada 29 September–2 Oktober dan dilanjutkan pada 5–6 Oktober 2026. Pada gelombang terakhir pelaksanaan yang berlangsung Selasa, 6 Oktober 2026, tercatat sebanyak 1.450 peserta mengikuti pemeriksaan kesehatan tersebut.

Tes kesehatan awal merupakan salah satu gerbang seleksi krusial yang wajib dilalui oleh setiap peserta sebelum berhak melangkah ke tahapan rekrutmen berikutnya.
Prosedur pemeriksaan medis yang diterapkan meliputi berbagai aspek penilaian fisik dan kesehatan dasar, diantaranya Pengukuran tinggi dan berat badan (Indeks Massa Tubuh); Pemeriksaan Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT); Pemeriksaan kesehatan dan kebersihan gigi; Tes buta warna; serta serangkaian pemeriksaan kesehatan komprehensif lainnya sesuai standar operasional rekrutmen KAI.
Seluruh rangkaian tahapan pemeriksaan ini dilakukan secara ketat dan bertahap dengan menggunakan sistem gugur, di mana peserta harus memenuhi standar persyaratan kesehatan pada setiap pos pemeriksaan untuk dapat melanjutkan proses seleksi.
Komitmen KAI pada Kualitas SDM dan Keselamatan Operasional
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menegaskan bahwa tes kesehatan bukan sekadar formalitas, melainkan instrumen penting untuk memastikan kondisi fisik calon pegawai benar-benar selaras dengan tuntutan pekerjaan di industri perkeretaapian yang menjunjung tinggi faktor keamanan dan keselamatan operasional.
“Pemeriksaan kesehatan menjadi tahapan penting dalam proses rekrutmen. KAI membutuhkan calon pekerja yang memenuhi persyaratan kesehatan untuk mendukung pelaksanaan tugas dan pelayanan kereta api yang mengutamakan keselamatan,” ujar Franoto dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, 6 Oktober 2026.
Ia mengimbau seluruh peserta untuk senantiasa mematuhi jadwal yang telah ditentukan, mengikuti seluruh prosedur dengan tertib, serta aktif memantau pengumuman resmi melalui kanal informasi sah di karier.kai.id.
Peringatan Tegas Terhadap Praktik Percaloan
Di sela-sela pelaksanaan seleksi, KAI Daop 1 Jakarta juga kembali mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat dan para peserta agar senantiasa waspada terhadap berbagai bentuk penipuan yang kerap mengatasnamakan rekrutmen KAI.
Manajemen memastikan bahwa seluruh proses seleksi berjalan transparan dan objektif tanpa dipungut biaya apa pun. Peserta diminta untuk tidak percaya kepada oknum mana pun yang menjanjikan kelulusan instan.
“Kelulusan ditentukan berdasarkan hasil seleksi dan pemenuhan persyaratan yang berlaku. Kami mengingatkan peserta agar tidak percaya kepada pihak yang menjanjikan kelulusan serta tetap percaya pada kemampuan diri sendiri selama mengikuti seleksi,” pungkas Franoto.










