
Foto: Area Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta Sedang Dilakukan Revitalisasi
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Lajur jalan diubah menjadi tiga lajur campuran (mixed traffic) selama pengerjaan pintu masuk baru Stasiun Bundaran HI
PT MRT Jakarta (Perseroda) memberlakukan rekayasa lalu lintas di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, mulai 10 April hingga 30 Mei 2026. Penyesuaian ini dilakukan sehubungan dengan dimulainya pengerjaan revitalisasi Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta.
Proyek ini meliputi pembangunan ruang multifungsi (extended concourse) serta penambahan pintu masuk (entrance) baru untuk meningkatkan konektivitas penumpang.
Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda), Rendy Primartantyo, menjelaskan bahwa selama masa pengerjaan, area trotoar, satu lajur sepeda, dan sebagian lajur badan jalan akan terokupansi oleh pagar kerja.
“Kondisi lalu lintas yang semula terdiri dari satu lajur sepeda, tiga lajur reguler, dan satu lajur Transjakarta akan berubah menjadi tiga lajur mixed traffic (lalu lintas campuran),” ujar Rendy dalam keterangannya, dikutip Rabu, 15 April 2026.
Pembangunan Tiga Pintu Masuk Baru
Revitalisasi ini merupakan bagian dari pengembangan sirkulasi bawah tanah stasiun serta membuka potensi interkoneksi dengan area komersial di sekitarnya. Rendy menyebutkan, akan ada tiga pintu masuk baru yang dibangun untuk memudahkan akses pejalan kaki.
“Dua entrance di sisi barat stasiun dan satu entrance di sisi timur stasiun. Dua di antaranya dilengkapi tangga dan eskalator, sementara satu lainnya menggunakan elevator (lift) yang terhubung langsung ke area pejalan kaki di sisi kiri dan kanan Jalan MH Thamrin,” jelasnya.
Selain itu, akses lift di Halte Transjakarta Bundaran HI juga akan terintegrasi dengan area ini. Proyek ini juga mencakup pembangunan suar penyejuk dan menara ventilasi (cooling and ventilation tower), dengan target penyelesaian secara keseluruhan pada pertengahan tahun 2027.
Persiapan Operasional Fase 2A
Langkah pengembangan ini diambil guna mewujudkan kawasan berorientasi transit (Transit Oriented Development/TOD) yang mengusung prinsip interkoneksi antar-bangunan.
Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta sendiri merupakan salah satu titik tersibuk pada Fase 1 (Lebak Bulus-Bundaran HI), dengan rata-rata jumlah pelanggan mencapai 450 ribu hingga 500 ribu orang per bulan.
Angka tersebut diprediksi akan melonjak signifikan saat MRT Fase 2A segmen 1 (Bundaran HI-Monas) mulai beroperasi. Pembangunan ruang multifungsi dan pintu masuk tambahan ini juga disiapkan sebagai langkah awal menyambut operasional penuh Fase 2A hingga Stasiun Kota yang ditargetkan rampung pada 2029.
PT MRT Jakarta mengimbau para pengguna jalan untuk berhati-hati dan mematuhi rambu-rambu serta arahan petugas di lapangan selama masa rekayasa lalu lintas berlangsung.
Editor: Redaktur TVRINews
