Penulis: Hari Sukemi
TVRINews, Jombang
Untuk menghindari kemacetan saat anjangsana maupun arus balik lebaran IdulFitri, jasa perahu penyeberangan di Sungai Brantas, Jawa Timur, menjadi moda transportasi primadona bagi para pemudik dari Kabupaten Jombang, Nganjuk dan Lamongan.
Pantauan tvrinews.com terlihat suasana para pemudik saat melewati jalur alternatif Kabupaten Jombang menuju Kabupaten Nganjuk dan Lamongan tampak mengantri keluar masuk perahu tambang penyeberangan Sungai Brantas di pangkalan Kecamatan Megaluh.
Mereka nekat menggunakan jasa perahu penyeberangan untuk menghindari kemacetan panjang di simpang tiga exit tol Bandar, simpang empat Mengkreng maupun Jembatan Ploso Jombang.
Meski beresiko tinggi, para pemudik yang beranjangsana maupun arus balik lebaran ini terpaksa menyeberangi lebar dan derasnya Sungai Brantas.
Cara ini dianggap efektif untuk menyingkat waktu dan memangkas jarak tempuh hingga 20 kilometer dan menghindari kemacetan panjang di poros tengah arteri Surabaya-Madiun maupun jalur pantura.
Tak jarang sekali ketika perahu tambang melintas, puluhan motor dan beberapa mobil terlihat bisa diseberangkan.
Untuk melintasi Sungai Brantas, para pemudik cukup meluangkan waktu sekitar 10 menit saja. Tarif penyeberangan pun cukup murah yakni Rp2.000 untuk sepeda motor Rp10.000 untuk kendaraan roda empat.
Meski tak sepadan dengan resiko yang dihadapi saat menyeberang Sungai Brantas yang minim alat keselamatan, namun jasa perahu tambang Sungai bBantas selalu jadi moda transportasi primadona para pemudik saat Lebaran tiba.
Editor: Redaktur TVRINews
