TVRINews, Jombang
Setelah puluhan tahun merawat masjid, seorang marbot di Kabupaten Jombang, Jawa Timur akhirnya berhasil menjadi tamu Allah di musim haji tahun 2023 ini.
Bermodal dari honor sebagai perawat masjid sembari menjadi penarik becak dan berjualan warung kopi, akhirnya terkumpul biaya untuk menunaikan rukun islam ke-lima.
Selama kurang lebih 20 tahun, Mohammad Minhajul Khoiroj (55), warga Desa Ngoro, Kabupaten Jombang aktif bekerja sebagai marbot di Masjid At-Taqwa. Beragam aktivitas rutin dilakukan Minhajul Khoiroj sebagai marbot masjid dengan honor 700 ribu rupiah per bulan.
Baca Juga: Jelang Pertandingan Timnas vs Palestina, Erick Thohir Sidak Kesiapan Gelora Bung Tomo
“Menabung dari 2011. Uangnya ya dari becak, jualan kopi sama dari masjid”, ungkap Mishajul.
Meski penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari-hari, Minhajul nekat mendaftar haji pada tahun 2011 lalu dengan sistem pembayaran talangan. Jumlah yang disetorkan saat itu sebesar tujuh juta rupiah dari hasil menabung selama tiga tahun.
Lambat laun hingga tahun 2021 lalu sang marbot mampu melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH), namun di tahun yang sama gagal berhaji karena pandemi Covid-19.
Baca Juga: 6 Jemaah Haji Asal Embarkasi Surabaya Meninggal Dunia di Madinah
Saat ini Minhajul sudah menyiapkan sejumlah barang yang akan dibawa ke tanah suci. Ia mengaku saat ini senang, bersyukur sekaligus terharu karena sebelumnya sempat berfikir sebagai seorang marbot masjid tentu tidak mudah bisa menunaikan rukun islam yang ke-lima.
Minhajul tergabung dalam kloter 79 embarkasi Juanda Surabaya dan dijadwalkan berangkat ke tanah suci tanggal 20 Juni 2023.










