TVRINews, Jakarta
Rano Karno menginisiasi penjajakan kerja sama pengelolaan Jakarta International Stadium (JIS) dengan San Siro Stadium di Milan, Italia.
Penjajakan kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan Rano dengan General Manager San Siro Stadium, Fabrizio Caruso, serta Business Development San Siro Stadium, Michele Finucci.
Dalam pertemuan itu, kedua pihak mendiskusikan berbagai peluang kolaborasi, mulai dari pertukaran pengetahuan terkait pengelolaan stadion internasional, penyelenggaraan event, pengembangan museum stadion, teknologi pembibitan rumput, hingga strategi membangun keterlibatan penggemar atau fans engagement.
Menurut Rano, Jakarta perlu belajar dari pengalaman San Siro yang dikenal sebagai salah satu ikon sepak bola dunia dengan sejarah panjang dan pengelolaan stadion modern yang berkelanjutan.
“Stadion modern tidak hanya berfungsi sebagai tempat pertandingan, tetapi juga harus menjadi destinasi wisata olahraga, ruang ekonomi kreatif, pusat hiburan, dan ikon kebanggaan warga,”kata Rano dalam keterangan tertulis, Kamis, 14 Mei 2026.
Ia menilai San Siro berhasil berkembang menjadi stadion multifungsi yang tidak hanya hidup saat pertandingan berlangsung, tetapi juga menjadi pusat aktivitas wisata dan hiburan sepanjang tahun.
“Kita datang bukan sekadar berkunjung, tetapi belajar bagaimana sebuah stadion bisa hidup sebagai ruang sejarah, bisnis, hiburan, dan menjadi kebanggaan warga. JIS punya potensi besar untuk berkembang ke arah sana,”jelasnya.
Rano juga mendorong PT Jakarta Propertindo selaku pengelola JIS untuk menindaklanjuti komunikasi dan transfer pengetahuan dengan pihak San Siro Stadium.
Ia berharap kolaborasi tersebut dapat mencakup tata kelola stadion, manajemen event berskala internasional, optimalisasi kegiatan nonpertandingan, hingga pengembangan pengalaman pengunjung agar JIS memiliki aktivitas sepanjang tahun.
Penjajakan kerja sama ini juga sejalan dengan rencana kedatangan klub sepak bola AC Milan ke Jakarta pada 8 Agustus 2026 untuk menghadapi Chelsea FC dalam laga pramusim di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Menurut Rano, kehadiran klub sepak bola internasional tersebut menjadi sinyal bahwa Jakarta memiliki daya tarik besar sebagai kota penyelenggara event olahraga kelas dunia sekaligus pasar sepak bola internasional.
“Kedatangan AC Milan ke Jakarta menunjukkan dunia melihat Jakarta sebagai kota dengan gairah besar terhadap sepak bola,”tambahnya.
Sementara itu, Michele Finucci menyambut positif rencana kerja sama tersebut. Ia menyatakan pihak San Siro terbuka untuk berbagi pengalaman dalam pengelolaan stadion dan pengembangan aktivitas penggemar.
“Kami senang dapat berdiskusi dan berbagi pengalaman dengan delegasi Jakarta mengenai bagaimana stadion dapat dikelola bukan hanya sebagai tempat pertandingan, tetapi juga destinasi wisata dan ruang interaksi publik,”ungkap Michele.
Selama kunjungan, rombongan Pemprov DKI Jakarta juga mendapatkan penjelasan mengenai pengelolaan museum stadion, tur stadion, sejarah klub, hingga strategi San Siro dalam menjaga hubungan emosional antara stadion, klub, dan para pendukungnya.










