
Foto: Ilustrasi
Penulis: Fityan
TVRINews - Jakarta
Puluhan Rute Dihentikan dan Dialihkan Akibat Genangan Air di Jakarta
Cuaca ekstrem yang melanda wilayah DKI Jakarta Minggu 18 Januari 2026 pagi memicu gangguan signifikan pada operasional transportasi publik.
PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) lewat laman resminya memberikan infomasi terkait modifikasi layanan secara masif guna menjamin keselamatan penumpang di tengah kondisi jalur yang tergenang air.
Langkah darurat ini mencakup penghentian operasional sementara pada rute-rute tertentu, perpendekan jalur, hingga pengalihan arus perjalanan.
Pihak manajemen mengonfirmasi bahwa penyesuaian ini bersifat situasional, bergantung pada kondisi tinggi air di lapangan.
Dampak pada Jaringan Transportasi
Sejumlah layanan utama Bus Rapid Transit (BRT) dilaporkan tidak dapat beroperasi secara normal. Beberapa koridor yang terdampak langsung antara lain Koridor 2, 2A, 7F, 12, dan 14.
Tak hanya jalur utama, layanan pengumpan seperti Mikrotrans dan rute menuju rusunawa juga mengalami kendala serupa.
"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan akibat kondisi cuaca yang menyebabkan jalur tidak dapat dilalui secara aman," tulis Transjakarta dalam keterangan resminya.
Detail Penyesuaian Operasional
Berdasarkan data operasional Minggu pagi, beberapa penyesuaian teknis dilakukan sebagai berikut:
• Perpendekan Rute : Koridor 10 saat ini hanya melayani relasi Tanjung Priok–PGC arah Cempaka Putih. Sementara itu, Koridor 5 hanya beroperasi pada ruas Kampung Melayu–Jembatan Merah.
• Pengalihan Jalur : Koridor 9 mengalami penyesuaian rute menyusul adanya genangan di sekitar Kali Grogol dan Jembatan Tiga.
• Layanan Mikrotrans : Lebih dari 20 rute Mikrotrans (JAK) dihentikan sementara, sementara belasan rute lainnya seperti JAK.02 hingga JAK.86 mengalami pengalihan jalur demi menghindari titik banjir.
Kepala Departemen Humas & CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menegaskan bahwa tim di lapangan terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi jalan secara intensif.
“Kami akan terus memperbarui informasi segera setelah jalur dapat dilalui kembali secara normal,” ujar Ayu Wardhani dalam pernyataan tertulisnya pada Minggu 18 Januari 2026.
Pihak Transjakarta mengimbau para komuter untuk merencanakan ulang perjalanan mereka dan memantau pembaruan informasi secara berkala melalui aplikasi TJ: Transjakarta serta kanal media sosial resmi perusahaan.
Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir penumpukan penumpang di halte-halte yang terdampak gangguan cuaca.
Editor: Redaksi TVRINews
