TVRINews, Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Jakarta Urban Knowledge Hub di Gedung Nyi Ageng Serang, Karet Kuningan, Jakarta Selatan, Senin, 8 Juni 2026. Fasilitas ini disiapkan sebagai pusat kolaborasi dan pengembangan pengetahuan untuk mendukung transformasi Jakarta menuju kota global berbasis data, riset, dan bukti ilmiah.
Dalam sambutannya, Pramono mengatakan Jakarta kini telah memiliki tiga instrumen utama untuk memperkuat posisinya sebagai kota modern dan berdaya saing global. Ketiga instrumen tersebut yakni Jakarta Future Festival, Jakarta Urban Knowledge Hub, dan Jakarta Innovation Day.
Menurutnya, keberadaan tiga platform itu diharapkan dapat mendorong peningkatan posisi Jakarta dalam indeks kota global dunia.
“Mudah-mudahan Jakarta bisa masuk jajaran top 50 global city, bahkan suatu saat mencapai top 20,” ujar Pramono dalam keterangan tertulis, Senin, 8 Juni 2026.
Pramono menilai kehadiran Urban Knowledge Hub akan membawa perubahan dalam pola pembangunan kota. Ia menegaskan, kebijakan pembangunan Jakarta ke depan tidak lagi hanya bertumpu pada intuisi atau pertimbangan umum, tetapi juga didasarkan pada pendekatan ilmiah, data, dan teknologi.
Ia mencontohkan penerapan pendekatan tersebut dalam sejumlah kebijakan strategis, seperti pengembangan sektor transportasi, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), hingga penataan ruang kota.
Menurutnya, pembangunan yang dirancang berdasarkan data dan riset akan menghasilkan kebijakan yang lebih terukur dan berkelanjutan dibanding pembangunan yang tumbuh tanpa perencanaan matang.
Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, dan sektor industri dalam membangun Jakarta berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
Ia menyebut Jakarta memiliki peluang besar untuk menjadi tujuan internasional bagi kalangan akademisi dan peneliti yang ingin menempuh pendidikan maupun melakukan riset.
Menurut Stella, sinergi antara pusat dan daerah diperlukan agar kegiatan riset dan pendidikan tinggi dapat berkembang secara bersama-sama dan menjadikan Jakarta sebagai International Talent Hub.
Ia menambahkan, keberadaan pusat riset dan universitas juga akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Jakarta Urban Knowledge Hub sendiri dirancang sebagai ruang kolaborasi terbuka yang mempertemukan pemerintah, akademisi, sektor swasta, hingga komunitas masyarakat.
Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, berbagai tantangan perkotaan di Jakarta diharapkan dapat diatasi, mulai dari isu perubahan iklim, perumahan, ketahanan kota, transformasi digital, hingga mobilitas perkotaan.










