Penulis: Jalal Kalaki
TVRINews, Polewali Mandar
Kejadian miris terjadi di Kabupaten Polewali Mandar, tepatnya di desa Sumarrang kecamatan Campalagian. Jenazah pria yang telah meninggal dunia terpaksa di tandu oleh keluarganya diiringi suara tangisan menuju rumah duka, karena tidak ada mobil ambulance. Kejadian itu kini viral di media sosial.
Keluarga almarhum yang diketahui bernama Khaerul Anwar tersebut menggotong jenazah menggunakan sarung dan bambu dari puskesmas Sumarrang menuju rumah duka. Khaerul Anwar merupakan warga desa Kenje yang tewas tenggelam di kasawan wisata permandian batu miappar saat sedang mandi bersama kerabatnya.
Pihak keluarga terpaksa menggotong jenazah secara bergantian, usai pihak keluarga korban meminta mobil jenazah milik puskesmas Campalagian, namun tak kunjung tiba di lokasi kejadian.
Saat menandu jenazah, keluarga korban terus menyuarakan kekecewaannya atas tindakan pihak puskesmas yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat kecil.
"Sudah di telpon sejak tadi tapi ambulance tidak datang-datang juga. Kita sudah jalan menandu jenazah lebih dari 3 kilometer" ujar Farhan, salah satu keluarga korban.
Beruntung setelah beberapa saat menandu jenazah, kepala desa Sumarrang tiba membawa mobil pribadinya dan langsung mengangkut jenazah menuju rumah duka.
Kapolsek Campalagian AKP Frans Geradus saat dimintai keterangan mengatakan medan yang ekstrim memang menjadi kendala saat membawa jenazah.
"Di tandu karena memang saat ditemukan dari lokasi kejadian ke jalan poros itu medannya sangat ekstrim. Lalu saat sampai di puskesmas Sumarrang itu tidak ada ambulance yang standby, jadi di tandu dulu sambil menunggu ambulance dan akhirnya kita pakai mobil pribadi kepala desa" kata AKP Frans.
Keluarga korban mengaku sangat kecewa terhadap tindakan pihak puskesmas, karena mereka terus berupaya meminta mobil ambulance, namun tidak mendapat respon. Warga berharap, aksi menandu jenazah seperti ini tak semestinya terjadi lagi, mengingat puskesmas kini telah tersedia layanan mobil jenazah yang seharusnya dapat digunakan oleh masyarakat.
Editor: Redaktur TVRINews
