
Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Hujan deras telah mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Kamis, 22 Januari 2026, masih berdampak pada sejumlah kawasan hingga Sabtu, 24 Januari 2026 hari ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat genangan air terjadi di 90 RT serta 9 ruas jalan di berbagai wilayah ibu kota.
Wilayah Jakarta Barat menjadi kawasan terdampak paling luas dengan total 51 RT tergenang. Genangan tercatat di sejumlah kelurahan, antara lain Duri Kosambi, Rawa Buaya, Kedaung Kali Angke, Kedoya Utara, hingga Kembangan Selatan.
Ketinggian air bervariasi, mulai dari 15 sentimeter hingga mencapai 120 sentimeter, dipicu curah hujan tinggi serta luapan Kali Angke dan Kali Pesanggrahan.
Di Jakarta Selatan, genangan terpantau di 7 RT yang tersebar di Kelurahan Rawajati, Pejaten Timur, dan Kebon Baru. BPBD mencatat ketinggian air di wilayah ini mencapai hingga lebih dari dua meter pada titik tertentu akibat luapan Sungai Ciliwung.
Sementara itu, Jakarta Timur mencatat 25 RT tergenang, terutama di wilayah Bidara Cina, Kampung Melayu, Cawang, dan Cililitan.
Luapan Sungai Ciliwung menjadi penyebab utama genangan di kawasan tersebut, dengan ketinggian air berkisar antara 80 hingga 250 sentimeter. Di Jakarta Utara, genangan tercatat terjadi di 7 RT di Kelurahan Kapuk Muara.
Selain permukiman warga, genangan air juga berdampak pada akses lalu lintas. BPBD DKI Jakarta melaporkan sembilan ruas jalan masih tergenang, sebagian besar berada di wilayah Jakarta Barat.
Ketinggian genangan di ruas jalan tersebut berkisar antara 10 hingga 30 sentimeter. Sementara itu, sejumlah ruas jalan lainnya telah dinyatakan surut dan kembali dapat dilalui kendaraan.
BPBD DKI Jakarta juga mencatat adanya warga yang mengungsi akibat genangan. Lokasi pengungsian tersebar di Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, hingga Jakarta Utara.
Ratusan warga sementara menempati masjid, musala, aula kelurahan, RPTRA, serta fasilitas umum lainnya yang disiapkan sebagai tempat pengungsian.
Untuk penanganan, BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel guna memantau kondisi genangan di setiap wilayah.
Koordinasi dilakukan bersama Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan untuk melakukan penyedotan air serta memastikan saluran air berfungsi optimal. Pemerintah daerah juga menyalurkan kebutuhan dasar bagi warga terdampak.
BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi genangan lanjutan, mengingat cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi.
Dalam kondisi darurat, warga diminta segera menghubungi layanan kedaruratan Jakarta Siaga melalui nomor 112 yang beroperasi selama 24 jam.
Editor: Redaktur TVRINews
