TVRINews, Tuban
Tak terima jemurannya dibuang, warga di Kabupaten Tuban nekat menutup akses jalan rumah tetangganya. Akibatnya, kini pemilik rumah terpaksa keluar melalui pintu samping. Meski sebelumnya pernah dimediasi oleh pihak desa, permasalahan tersebut tak menemukan jalan keluar.
Gara-gara sakit hati, Nutrisulis, warga Dusun Karang Tawang, Desa Tambakboyo, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban, nekat membangun tembok setinggi dua meter untuk menutup akses keluar-masuk rumah tetangganya. Akibatnya sang tetangga pemilik rumah bernama Tina harus keluar melalui pintu samping.
Kejadian bermula pada hari Kamis tanggal 20 April 2023 lalu saat Tina menggelar hajatan menikahkan anaknya. Kemudian anak Tina bernama Lisdia memindahkan jemuran milik Nutrisulis ke tempat lain.
Melihat pakaiannya dipindahkan, Nutrisulis tak terima dan memarahi Lisdia. Lisdia yang tersinggung kemudian membuang jemuran tersebut. Kejadian ini membuat kedua keluarga terlibat cekcok hingga terjadi baku hantam.
Pasca kejadian, Nutrisulis yang geram langsung menutup akses jalan rumah Tina dengan mendirikan tembok setinggi dua meter. Akibatnya, Tina bersama keluarganya terpaksa keluar melalui pintu samping.
Perkara ini sempat dibawa ke polsek setempat. Namun, kepala desa memfasilitasi kedua belah pihak dan disepakati berdamai serta tidak mempermasalahkan persoalan tersebut.
Sebelumnya, pihak desa sempat berkali-kali melakukan mediasi terhadap kedua belah pihak. Namun upaya mediasi tersebut gagal hingga terjadi penutupan akses jalan. Pihak desa juga menegaskan bahwa tanah rumah Tina dan akses jalan tersebut merupakan tanah milik negara. Sedangkan tanah milik Nutrisulis sudah berstatus SHM.
Kini, pemilik rumah yang aksesnya ditembok berencana memindahkan pintu utama rumahnya ke bagian lain.










