
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Menjelang pertandingan Persija Jakarta kontra PSIM Yogyakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jumat, 28 November 2025, kawasan Senayan kembali ramai oleh pedagang atribut klub.
Di antara mereka, ada Ahmad Hoerudin, atau akrab disapa Heru, penjual jersey berusia 41 tahun yang sudah lama menggantungkan hidupnya dari euforia suporter.
Heru datang dari Rawabelong. Setiap kali Persija bermain di Jakarta, ia pasti hadir dengan tenda kecil berisi jersey, syal, hingga kaos bergambar ikon klub.
“Nama saya Ahmad Hoerudin, kalau nggak panggil Heru. Saya dari Rawabelong,” kata Heru ketika ditemui oleh tvrinews.com, Jumat, 28 November 2025.
Ia bercerita bahwa aktivitas berjualannya hanya berjalan saat ada pertandingan. Di hari biasa, Heru mengandalkan penjualan melalui toko daring.
“Kalau di stadion setiap match. Sehari-hari paling online,” ujar Heru.
Heru mengaku hanya mengikuti pertandingan yang digelar di dalam kota. Setelah peraturan away suporter makin ketat, ia kini fokus jualan di laga kandang.
“Pasti ke JIS atau GBK kalau Persija main home. Away sudah nggak bisa ya,” ucap Heru.
Sebagai bagian dari Jakmania, Heru juga terhubung dengan komunitas pedagang internal. Semua pedagang, katanya, harus berkoordinasi sebelum buka lapak.
“Ada izinnya. Kita koordinasi sama panitia,” tutur Heru.
Soal omzet, Heru menyebut pendapatan sangat bergantung pada performa tim. Barang dagangannya pun beragam, mulai dari jersi, syal, kaos-kaos.
“Ngga tentu. Kalau lagi bagus, atau lawannya besar, bisa dapat lima sampai enam juta,” kata Heru.
Jelang perayaan ulang tahun ke-97 Persija, Heru punya harapan sederhana untuk klub yang sudah membawanya mencari nafkah bertahun-tahun.
“Harapannya ya berjuara. Jakmania lebih kompak lagi,” ujar Heru.
Ia juga menilai pelatih Maurício Souza sudah berada di jalur yang tepat.
“Baru musim pertama aja progresnya bagus. Pemain asingnya bagus, tapi dia tetap nggak melupakan pemain lokal,” ucap Heru.
Tentang Rizky Ridho yang masuk nominasi Puskas Award, Heru ikut mendoakan.
“Mudah-mudahan jadi pemenang. Permainannya biar lebih meningkat lagi,” tutur Heru.
Pertandingan Persija vs PSIM sendiri akan kick-off Jumat malam, 28 November 2025. Persija yang kini berada di posisi kedua klasemen sementara dengan 26 poin, datang dengan misi mempertahankan tren positif.
Sementara PSIM di peringkat keempat bertekad memberi kejutan di laga yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun klub asal ibu kota.
Bagi Heru, laga hari ini bukan hanya tentang sepak bola. Ini juga tentang penghidupan. Setiap kali ribuan suporter mengalir ke GBK, tenda kecilnya di Senayan kembali menjadi bagian dari atmosfer yang menghidupkan kota.
Editor: Redaktur TVRINews
