Penulis: Delima Febria
TVRINews, Padang
Polisi segera melakukan olah tempat kejadian perkara TKP ledakan tambang batu bara milik PT. Nusa Alam Lestari Sawahlunto yang menewaskan 10 pekerja tambang.
Baca Juga: Pemerintah Berikan PMN untuk 3 BUMN, PLN Terima 5 Triliun
Olah TKP akan dilakukan bersama inspektur tambang kementrian ESDM. Sampai saat ini tim gabungan belum bisa masuk ke lubang tambang, karena dimungkinkan masih banyak gas serta lubang yang akan dilalui runtuh dan sedang dalam tahap perbaikan.
"Proses perbaikan baru sepanjang 160 meter sementara lokasi TKP ledakan berada di kedalaman 200-300 meter bawah tanah," kata Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Dwi Sulistyawan Jumat (16/12/2022).
Dalam proses penyelidikan, pihak kepolisian telah memeriksa 11 saksi yang berasal dari internal PT NAL Termasuk pemeriksaan terhadap kepala teknik tambang KTT perusahaan tersebut.
"Dari 11 saksi yang diperiksa , mereka mengaku kemungkinan terjadinya letupan karena adanya gas metan bertemu percikan api percikan api ini yang saat ini terus didalami oleh tim gabungan," ujar Dwi.
Sebelumnya insiden ledakan terjadi sekitar pukul 09.30 wib ledakan terjadi di lubang SD C2 (lori 2) milik PT NAL.
Baca Juga: Jelang Nataru, Pemerintah Terapkan PPKM Level 1
Akibat peristiwa ini 14 pekerja menjadi korban 10 diantaranya dinyatakan meninggal dunia akibat luka bakar sementara empat pekerja tambang lainnya dilaporkan selamat.
Editor: Redaktur TVRINews
