Penulis: Arief Masbuchin
TVRINews, Batu
Pemprov Jawa Timur optimis dan mendorong agar produk Agroforestri Kopi Lereng Gunung Arjuno dapat menembus pasar ekspor, mengikuti kesuksesan produk kopi Jawa Timur lainnya. Hal itu dikatakan Gubernur Khofifah saat meresmikan Kawasan Perdesaan Agroforestri Kopi Lereng Gunung Arjuno (AKLA) di area Wisata Oyot Coban Talun, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, pada tanggal 14 Juni.
“Saya tadi bertanya kepada petani kopi, kapan ini panennya dan ternyata dua tahun setelah tanam bisa dipanen hasil kopinya. Saya minta pada para petani di sini supaya segera disiapkan produknya untuk bisa masuk dalam Communal Branding, karena potensi ekspornya begitu besar.” kata Khofifah
Pemerintah Kota Batu menggelar acara launching kawasan Perdesaan Agroforestri Kopi Lereng Gunung Arjuno di Coban Talun, Bumiaji, Kota Batu. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa hadir dalam kegiatan tersebut dan sekaligus melakukan peresmian dan diikuti oleh Pj. Walikota Batu, Aries Agung Paewai, Perhutani Jawa Timur serta jajaran Forpimda Kota Batu.
Selain peresmian, juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman dan kerjasama pengelolaan lahan kawasan Perdesaan Agroforestri Kopi Lereng Gunung Arjuno, penanaman pohon kopi secara simbolis dan pemberian bantuan sosial kepada UMKM.
Pj. Walikota Batu, Aries Agung Paewai mengatakan launching kawasan Perdesaan Agroforestri Kopi Lereng Gunung Arjuno khususnya untuk komunitas kopi merupakan sebuah bagian pemanfaatan kawasan Perhutani. Kota Batu mempunyai luas wilayah 197 kilometer persegi terbagi menjadi 15,6 persen kawasan hutan lindung, 16,18 persen hutan produksi dan 22,6 persen hutan konservatif melalui kawasan Perdesaan Agroforestri Kopi Lereng Gunung Arjuno. Pihaknya berharap dapat memanfaatkan kawasan hutan desa dengan baik.
Sementara itu Gubernur Khofifah juga menyampaikan apresiasi. Menurut Khofifah, bertambahnya 4 desa di Kota Batu menggenapkan 154 desa di Jawa Timur yang telah terasosiasi dalam kampung perdesaan.
setelah Agroforestri kopi tersebut diresmikan, Khofifah mengajak seluruh stakeholder terkait untuk bersama-sama bergotong-royong karena dari 4 desa yang jadi agroforestri kopi, total luasan lahannya mencapai 1.700 hektare.
Pasar ekspor kopi saat ini sudah terbentuk komunal branding. Komunal branding terbentuk karena pasar ekspor harus punya kualitas dan kuantitas yang harus terus terjaga dengan baik, karena itu sinergitas antar kawasan perdesaan yang memiliki keserupaan produk perlu dilakukan untuk membangun komunal branding.
Baca juga: FENOMENA EL NINO, KEMARAU DIPREDIKSI PANJANG
Editor: Redaktur TVRINews
