Penulis: Yuntardi
TVRINews, Bandar Lampung
Berbagai cara dilakukan warga binaan pemasyarakatan untuk menghasilkan pundi-pundi rupiah. Bermodalkan kayu limbah, warga binaan rutan di Bandar Lampung ini, mampu menyulap bahan limbah kayu menjadi meja biliar yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Setiap hari sejumlah warga binaan Rumah Tahanan Negara atau Rutan Bandar Lampung, mendapat bimbingan kerja di ruang khusus. Melalui program pembinaan kemandirian yang digulirkan pihak rutan, warga binaan pemasyarakatan ini sebagian besar mahir mengolah bahan limbah kayu, menjadi hasil karya bernilai tinggi.
Dengan cekatan, para warga binaan mampu memproduksi satu unit meja biliar, berikut stik biliar dalam waktu dua minggu dengan dibantu tiga rekan sesama napi.
Khoirul Umam napi terjerat kasus narkoba mengaku, sangat senang masih dapat beraktivitas membuat meja itu.
“Ilmu yang didapatkan dari balik jeruji besi ini, nantinya akan menjadi modal untuk membuka peluang usaha setelah bebas nanti,” kata Khoirul Umam.
Kepala Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Bandar Lampung, Arian Adi Bowo mengatakan, program ini adalah pembinaan kemandirian yang digulirkan pihak rutan untuk warga binaan. Bahan-bahan yang dipakai menggunakan bahan limbah kayu, sedangkan bahan yang dibeli hanya karpet dan papan triplek.
“Hasil karya warga binaan ini, dipromosikan melalui media online dengan harga Rp7 juta. Meskipun baru dimulai, meja biliar hasil karya napi ini, sudah mendapat beberapa pesanan dari pihak luar,” kata Arian Adi Bowo.
Editor: Redaktur TVRINews
