
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto (TVRINews/HO-Direktorat Jenderal Imigrasi)
Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto menegaskan Immigration Lounge merupakan simbol transformasi pelayanan publik keimigrasian yang terus didorong pemerintah. Hal tersebut disampaikannya saat meresmikan Immigration Lounge PIK Avenue, Jakarta Utara, Kamis, 8 Januari 2026.
Menurut Agus, kehadiran Immigration Lounge tidak hanya menghadirkan layanan keimigrasian yang lebih cepat, tetapi juga mencerminkan semangat reformasi birokrasi dalam memberikan pelayanan yang modern, transparan, dan terpercaya.
Fasilitas ini melayani percepatan paspor bagi Warga Negara Indonesia serta perpanjangan Visa on Arrival (VOA) bagi Warga Negara Asing.
"Immigration Lounge bukan sekadar ruang layanan, melainkan simbol transformasi pelayanan publik dan semangat reformasi birokrasi yang terus kami dorong," ujar Agus.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di PIK Avenue sebagai pusat bisnis dan aktivitas masyarakat bertujuan untuk memberikan solusi keimigrasian yang lebih mudah dijangkau tanpa mengurangi kualitas pelayanan. Dengan pendekatan ini, layanan imigrasi diharapkan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat perkotaan.
Kemudian Agus menambahkan, pemerintah akan terus berupaya menghadirkan pelayanan keimigrasian yang tidak hanya cepat, tetapi juga akurat, nyaman, modern, serta berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Peresmian Immigration Lounge PIK Avenue menjadi bagian dari komitmen Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Utara dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik agar lebih efektif dan responsif. Inovasi ini juga mencerminkan sinergi positif antara pemerintah dan sektor swasta dalam menghadirkan layanan publik yang adaptif.
Agus turut mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam terwujudnya Immigration Lounge PIK Avenue.
"Ini menjadi bukti komitmen imigrasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, sekaligus mendekatkan negara dengan warganya," ungkapnya.
Editor: Redaksi TVRINews
